Angkat Kearifan Lokal, Dinas Perpustakaan Gelar Final Lomba Bertutur Dan Bercerita


Wonosari, (JOGJABERKABAR) - Dalam upaya memperkenalkan dongeng cerita anak dan mengangkat kembali cerita kearipan lokal. Dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan final lomba bertutur dan bercerita untuk kalangan sekolah dasar, di panggung kreasi kantor Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Gunungkidul, Kamis, (20/5).

Kepala Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Gunungkidul, Ali Ridlio mengatakan tujuan dalam di selenggarakan kegiatan lomba bertutur dan bercerita ini, untuk mensosialisasikan karya cerita dan budaya lokal, lebih lanjut Ridlio mengatakan lomba bertutur ini untuk mencari mencari figur anak yang mampu bertutur dan bercerita.

Kegiatan ini kami selenggarakan yang pertama untuk mengangkat kembali cerita atau dongeng yang ada di masyarakat, sehingga para anak milenial ini mampu mengetahui budaya dan kearifan lokal kita, dan juga untuk membudayakan kembali budaya bertutur dan bercerita. Karena di generasi muda milenial ini kita sudah jarang menjumpai kegiatan mendongeng seperti di jaman dahulu, dan yang lebih penting dengan di selenggarakan kegiatan ini akan timbul potensi anak usia sekolah dasar dalam kecakapan bertutur dan bercerita sehingga dapat di jadikan figur oleh anak-anak usia sekolah dasar," kata Ridlio saat di wawancarai jogjaberkabar.id di sela-sela kegiatan final lomba bertutur dan bercerita.

Dalam final lomba ini bercerita dan bertutur kali ini SDN Wonosari 1 mendapatkan nilai tertinggi 95 poin atas nama Nourmalita Zahra K, dengan judul cerita "babat alas nongko doyong". Sedangkan SD Muhamadiyah Al Mujahidin mendapatkan poin 94 dengan judul cerita "legenda cerita penjaga gunung berapi" yang di bawakan oleh Fathihatun uzman N N.

Adapun juri dalam final lomba bertutur dan bercerita ini Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Gunungkidul berkerja sama dengan ikatan pendongeng Indonesia cabang Gunungkidul.

WAP

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.